Kutipan

Allahumma inniy audzubika min doyqi dunya wa doyqi yaumil qiyamah, ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kegalauan dunia dan hari akhir.
أمد أربابه النهىورسم * شمس البيان في صضورالعلما - وشاهدوامطالع الأنوار * ومااحتوت عليه من أسرار

Senin, 14 Maret 2011

Jatinegara

Di atas sejadah yang terbujur panjang menghadap timur ke barat,tepat tengah malam di saat teman-teman santri berpacu mengejar mimpi.Telah berdiri tegap di atas sejadah hingga kening merapat ke bumi tersusul peluh-peluh suci menetes,bersimbah di atas sajadah sebagai syarat tuk menghadap-Nya.Di saat itula Alfan bermujjahah,memohon kepada sang kholiq apa yang ada di benaknya.


“Ya Allah…Sekian lama hamba menimba ilmu,sekian lama pula hamba menyimpan rindu pada makhluk-Mu.Ya Allah…Redupkanlah samudera bara cinta yang Engkau rentangkan tuk sampai padanya.Ya Allah…hamba hanya bisa berusaha tanpa ikhtiar tuk bisa bertemu dengannya,tunjukanlah keajaiban-Mu wahai dzat pemilik cinta”.

Ba`da subuh Alfan langsung menghafal Alfiyyah,sebuah kitab yang berisi tentang syair-syair ilmu nahwu dan syorof karya monumental Imam Ibnu Malik yang sangat populer di kalangan pesantren sebagai patokan untuk menguasai gramatika arab.Kegelapan kan segera menyingkir di kala fajar berpijar,rembulan kian termakan oleh sang surya. Di atas tangga lorang Al-ghozaly Alfan termangu,sambil terus manghafal nadzomnya sesekali menghirup udara pagi nan sejuk menunggu matahari bertajuk.



Teng…teng…teng…Bel berbunyi tersususl lantunan lagu ayat-ayat suci keluar dari mulut As-syudaiys yang di hidupkan dari tape mushalla. Di saat itu kesibukan tengah di alami teman-teman santri,ada yang mandi,sarapan, menyiapkan pelajaran dan lain-lain untuk melaksanakan kewajibannya dari murotilill Qur`an sampai sekolah.

Waktu terus berputar,tepat pukul 13.05 Alfan dan kawan-kawan pulang dari sekolah,setiba di kamar ia langsung menenangkan pikirannya dengan istirahat sejenak sambil memikirkan apa saja kewajiban yang akan ia lakukan setelah sekolah.Di pikirannya penuh kegiatan-kegiatan yang bisa di bilang full time,maklum kehidupan pelajar di pondok tidak seperti kehidupan pelajar di luar yang tidak penuh dengan kegiatan,tak lama bel pun berbunyi kembali sangat keras seakan akan menusuk ke syaraf-syaraf pendengaran.Alfan langsung bergegas ke kamar mandi untuk sekedar membasahi tubuhnya agar lebih segar sedikit,sesudah mandi ia langsung
berangkat mengaji sampai mega merah terlihat seakan terpecah hingga membentuk nuansa orange yang membentang luas ke seluruh langit barat.
* * *

Ruangan tang serba hijau,hanya ada sedikit goresan hitam di didinding, terlihat di pintu tertulis”ground cafe online”di atas meja kayu yang lebar penuh dengan cemilan-cemilan,botol-botol fanta,sprite,fruit tea berderet rapi,alunan numb encore terus menggema lagu rock barat yang di padu dengan hip-hop kalaborasi antara linkin park danjay-2 terus menggetarkan ruangan itu dengan alunan ritme yang begitu keras di sususl kepulan-kepulan asap rokok dari mulut ke mulut. Alfan,Adi,Rozi dan Haris tengah santai-santai berbincang-bincang seputar pelajaran, terlebih masalah cinta.
“Fan gimana kabar cewek kau yang di rumah itu?” Tanya Adi sambil menghembuskan rokok.
“ga’ tau lah Di, aku bingung…Aku bingung dengan sikapnya yang selalu membuat ku untuk menjauhinya”jawab Alfan dengan nada rendah.
“Santai aja Fan,mudah-mudahan Allah mempertemukanmu dengannya”tutur Rozi memberi semangat.
“Amien”serempak Adi dan Hariz menyambut do`a dari rozi.

Suara jangkrik terdengar memekik,malam di temani sejuta gemerlap bintang yang memancarkan cahayanya,sebentar redup mati sebentar terpancar kembali,bak sebuah lambang pertemenan yang menyempurnakan satu dengan yang lainya. Di kamar M.04,lorong al-ghozaly lorong yang tua di ambil dari salah seorang nama imam ahli tasawuf,Alfan tengah menderes I`anatut thalibin yang di kaji di pengajianya,matanya terus bergerak,otak terus berputar memikirakn makna dan susunan kalimat yang di bacanya,beberapa menit berlalu ketika ia membuka sati per satu halaman kitabnya.Alfan kembali membuka foto seorang gadis berjilbab ungu yang sudah tenggelam di lubuk hatinya sewaktu masih duduk di bangku Mts.
“Ya Allah…Limpahkanlah rahmat disetiap pijakanya,dan sayangilah ia sebagaimana hamba menyayanginya karma-Mu”gumamAlfan di hati kecilnya.

Hari demi hari berlalu ujian akhir sekolah pun berlalu jua,di di dalam kelas di penuhi perbincangan anak-anak tentang masalah UAS yang baru saja di garapnya sehingga membuat kelas itu ramai,tapi di sela-sela itu Alfan hanya termenung memandangi coretan-coretan tipe-x di mejanya entah apa yang sedang ia pikirkan”Fan…”Adi menepuk pundaknya Alfan.
“Kenapa kau diam saja”tegur Adi.
“Nggak,nggak kenapa-kenapa”jawab Alfan dengan nada rendah.
“Terus kenapa?”Adi langsung duduk di samping Alfan”cerita lah…biak kagek aku tau!”Tanya Adi dengan logat jambinya.
“Antar aku yuk…!”ajak Alfan, matanya melirik kearah Adi.
“Kemana?”
“Warnet,buka fb sekalian cerpen”tandas Alfan.
“Ada masalah syifanya gak?”Tanya Adi sambil mengusap keningnya yang penuh dengan keringat.Mendengar pertanyaan itu Alfan langsung menebar senyum,sedang Adi hanya menganggukan kepalanya pertanda ia mau menemani sahabatnya.

Terik matahari jum`at yang menyengat terus menyorot ke pelataran pondok,suara adzan bernada turki nan merdu terngian-ngian di setiap telinga.Serasa bendera islam berkobar begitu jayanya.Setelah shalat jum`at Alfan dan Adi langsung ke kantor kam-tib untuk meminta izin ke warnet denagn alasan mencari cerpen angkatan pujangga baru.

Setiba di ruangan yang di penuhi oleh beberapa unit computer, hawa dingin teruis berputar-putar tanpa henti,Alfan langsung mencari computer yang kosong begitupun Adi. Alfan langsung membuka facebook.tangannya langsung menari-nari di atas balok-balok kecilyang tersusun rapi dan tertuliskan alfabet di setiap baloknya.Setelah mengetik “sun_three@ymail.com “ terlihat satu buah pesan masuk,ia langsung membukanya.
“Assalamualaikum
Bang, w dapet neh facebooknya syifa
Neh alamatnya “chiputz_999@yahoo.co.id
Jangan di sia-siakan kaya friendster dulu ye…he…
Nabilah.”
Membaca pesan dari nabilah adik perempuannya,Alfan begitu gembira
Segera ia mengetik alamat yang di berikan Nabikah kepadanya.Sekian lama menanti loading yang begitu lamanya,sambil mencari cerpen pujangga baru,akhirnya ia melihat sebuah foto gadis berjilbab ungu tersenyum, tanpa piker panjang Alfan langsung mengupdetnya, tak disangka permintaannya pun langsung di confirm.IA mulai membuka fotonyasatu demi satu, tak terasabutiran kristalpun meleleh membanjiri pipinya dsalam hatinya bergumam
“Ya Allah Engkau telah menjaganya,hingga kini hamba bias melihat seorang gadis yang sudah tumbuh dewasa.”
Setelah puas memandang foto-foto,Alfan langsung mengirim sebuah pesan untuk Syifa
“ Assalamualaikum…
Fa gi mana kabarnya? Udah tiga tahun lamanya kita tak jumpa maafin gua Fa. Karena gue lu gak seperti temen-temen lu,yang selalu tersenyum ,tertawa di sanding pasangannya layaknya sepasang merpati.
Sebentar lagi gue akan balik ke Jakarta
Tunggu gue kalau masih ada sepercik cintalu
Alfan”

Jarum jam menunjukkan angka 16:01, tak terasa tiga jam waktu yang begitu cepat, dengan sergaf Alan menyimpan file-file dan berkas-berkas cerpen di flash disc yang ia bawa dan langsung melangkahkan kakinya tuk kembali kepondok.
***

Minggu pagi. Alfan,Rozi,dan Adi sudah stand by didepan gerbang bersiap siap untuk joging, ketika semua sudah siap, mereka langsung melesat bertelanjang kaki menembus kabut dikeheningan pagi, lampu-lampu jalan masih menyorot dipingir jalan, sedang raja siang belum keluar dari peraduannya. Ketika pukul 08:00 WIB mereka bertiga langsung berbelok kesebuah warnet dipingir jalan, Alfan langsungmembuka FB nya,sepintas ia membuka pesan yang masuk di profilnya.

Waalaikumsalam...
sebelumnya maaf, kabar w baik2 aja, mudah mudahan kabarlu baik baik juga ya. Soal itu w gak bermaksud membuatlu sakit, dan tak ingin w pun sakit, maaf jika sikap w sama elu jadi kaya gini yang membuat elu merasa bosan. W lakuin itu semua karena gue merasa gak pantes buat elu, elu anak pesanren sekaligus anak terpandang yang mengerti seluk beluk agama secara mendalam. Sedang w, w hanya seorang cw Jakarta yang masih cetek pengetahuan agamanya. Masih banyak CW yang lebih sholehah, yang lebih terpandang dari pada w, biarlah waktu dan seutas do'a yang ka menjawanya.
W harap u mengerti apa yang tengah qt alami saat ini.
Syifa.

Seusai membaca pesan itu, Alfan langsung mengajak balik kedua sahabatnya. Pikirannya campur aduk menjadi satu, ia bingung mengapa Syifa bisa mengatakan seperti itu kepadanya.

Malam gelap menyeruak menyelimuti keheningan yang merangkak, tanpa ada sorak menyorak keseluruh lorong lorong plosok, seperti biasa Alfan menepis air. Lalu bersujud kepada-Nya. Matanya terpejam kedua tangannya terangkat memanjat, keikhlasantengah merasuk kehatinya, bibirnya mulai mengucap bait bait do'a.
"Allahumma inna nas'aluka min fuuja'atilkhoir, wanaaudzubika min fuuja'atissyar"

Sebulan menunggu, tibalah pengumuman tentang hasil UAN. Semua santri kelas tiga bingung, setiap jantung berdetak taku sembilu bambu pennyesalan menyayat hati mereka masing masing kaena asil yang tak diinginkan. Semua sanri berkumpul si mushalla tanpa suara sedikitpun, sedari tadi menunggu lalu salah seorang pengurus yang menjabat ketua pondok mulai mengumumkan hasil UAN tersebut.
"Assalamualaikum Wr Wb. Ehem... Langsung saja, kabar gembira untuk kalian semua. Yayasan kita mendapat hasil tebaik sekediri, bahwa kalian 100% lulus". Dengan senyum ketua pondok itu mengatakan.

"Subhanallah. Alhamdulillah. Allahu akbar". Semua santri bersorak sorak gembira, bermacam macam tingkah santri dikala mendengarkata kata yang begitu menggembirakan, ada yang sujud sykur, bersedih karena gembira, berpelukan satu dengan yang lainnya. Terlebih ada ang langsung pingsan disaat mendengar kata lulus karena jantungnya tak kuat, sebut saja ia Fahmi, seorang santri yang menderita sakit jantung sebelum ia menapakkan kakinya di pesantren.
***

Secangkir kopi hangat terus menyemburkan asap dipadu kepulan asap rokok, nyanyian jangkrik terhenti, terganti suara ayam berkokok. Rozi, adi, Haris tengah asyik berkompromi di kamar M 04, sedang Alafan tengah sibuk merapikan barang bawaannya untuk kembali ketanah kelahirannya, setelah semuanya siap Alfan berpamitan pada ketiga sahabatnya
"Zi, Di, Ris, minta do'anya aga au selamat sampai tujuan"
"Pasti,. Do'a kami kan selau menyertaimu Fan, selamat berjuang, menegakkan islam di Jakarta". Tutur Rozi ang langsung memeluk Alfan, disambut Haris menggenggam tangannya disusul pelukan persahabatan.
"Di...". Tegur Alfan, Adi hanya diam, matanya mulai bekaca kaca.
"Plak...". Satu tamparan mendarat dipipi Alfan."Plak...". Kembali tamparan mendarat dipipinya."Satu tamparan itu kenang-kenangan dari aku, amparan yang kedua, agar kau selalu ingat persahabatan yang kita jalin bersama selama tiga tahun" Alfan hanya tersenyum menerima tamparan dan tutur sahabatnya, kelopak matanya tak kuat membendung air matayang terjun kepipinya, karena melihat ketiga sahabatnya tuk terakhir kalinya. Alfan mengucap selamat tinggal, sedang ketiga sahabatnya hanya menganggukka kepala.
" Assalamualaikum..."
" Waalaikumsalam...". Serempak mereka bertiga menjawab salam dari seorang Alfan.

04:00 pagi, Alfan termenung diatas kursi sambil memandangi pemandangan kesamping kaca kuda besi yang membawanya keJakarta. Cirebon, indramayu, Karawang, Bekasi,tibalah Alfan distasiun Jakarta, terlihat pelampang besar bertuliskan stasiun Jatinegara.

Kota yang panas, matahari serasa sejengkal diatas ubun-ubun. Suara kendaraan menderu deru, polusi berterbangan dimana mana mengisi kesibukan Jakarta.
Alfan terus berjalan mencari mobil jemputannya, kesekeliling memandang Alfan melihat seorang bapak-bapak berpeci putih, erbaju puti, bersarung hijau, serban menampel diatas pundak. 40 kira kira bilangan umurnya yang berdiri bersama keluarganya tengah menatapnya. Alfan langsung berlari memeluk ayah dan ibunya, pipinyapun terbanjiri kembali oleh genangan air pelupuknya, dari belakangnya terdengar suara memanggil manggil namanya, tak lain dari adiknya, Nabilah.
"Bang...". Nabilah langsung menjatuhkan tubuhnya dipelukan kakanya, iapun bersedih karena sekian lama menunggu kakanya yang bermukim ditanah timur jawa.
"Bilah....Udah, gak usah sedih..."
"Bang, bilah punya kejutan buat abang". Binirnyabergetar ketika mengucapkan, disusul senyumannya yang khas hingga nampak lesung pipinya.
"Kejutan apa?". Tanya Alfan yang melepas pelukan adiknya.
"Tuh... Liat dibelakang abang...!!!". tandas Nabilah.

Sketika itu Alfan langsung terpanjat kaget, jantungnya berdebar, seluruh tubuhnya diselubungi kegembiraan melihat sesosok gadis berjilbab ungu berjalan mendekatinya, Alfan Berteriak.
"Syifa...!!!!". Alfan langsung berlari kearahnya, sedang Nabilah, Ayah, Ibu, dan adik adiknya hanya tersenyum.
"Alfan...". Syifa menatap Alfan dalam dalam, dengan reflek Alfan memegang kedua tangan Syifa.
"Allah telah mengabulkan do'a kita selama tiga tahun lamanya"
"Iya...Elu perempuan yang paling sholehah dimata gue Fa...!!!!". Syifa tersenyum.

Keduanyapun berpelukan laksana sepasang merpati yang tengah dimadu asmara

Bayang bayang cinta dan do'a Kau lah saksi cinta mereka.......


Rabu 09-12-2009 - Jum'at 11-12-2009

( Alfan ) Teruntukmu yang di Cakung sana.

0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...